Jumat, 20 Maret 2026
INFO TERKINI
🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025 🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025 🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025
SUMATERA

Diduga Keracunan Massal Program MBG di Bandar Lampung, Orang Tua Mengaku Diminta Tak Unggah ke Medsos

16 Februari 2026
20.37 WIB
Penulis: Super Admin
24x Dibaca
Diduga Keracunan Massal Program MBG di Bandar Lampung, Orang Tua Mengaku Diminta Tak Unggah ke Medsos
Ilustrasi: Diduga Keracunan Massal Program MBG di Bandar Lampung, Orang Tua Mengaku Diminta Tak Unggah ke Medsos (Dok. FRIC Muba)
IKLAN SPONSOR

FRIC-MUBA,— Ratusan siswa, guru, dan wali murid di Kota Bandar Lampung diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026). Para korban dilaporkan mengalami gejala diare, mual, muntah, hingga demam beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

Salah satu wali murid berinisial NS mengungkapkan, gejala awal muncul pada Rabu malam setelah anaknya membawa pulang menu MBG yang tidak dimakan di sekolah. Menu tersebut terdiri dari nasi, telur ceplok dengan saus, anggur, dan sayuran. “Sore mulai mulas, malam sudah diare. Subuhnya bolak-balik ke kamar mandi dan mual,” ujarnya, Senin (16/2). Istri NS sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara selama tiga hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

NS mengaku baru mengetahui adanya dugaan keracunan massal setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala serupa. Ia juga menyampaikan adanya permintaan kepada sejumlah orang tua untuk tidak menyampaikan kejadian tersebut melalui media sosial. “Ada yang diminta membuat surat pernyataan agar tidak berbicara atau membuat video,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan di tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung. Berdasarkan data sementara, total 206 orang dilaporkan mengalami gejala serupa, dengan sebagian menjalani rawat jalan dan beberapa lainnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit.

Hasil investigasi awal menunjukkan ketiga sekolah menerima pasokan makanan dari satu SPPG di Kecamatan Kemiling. Namun, SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih ada standar teknis yang belum terpenuhi. Dinas Kesehatan setempat masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan sisa makanan guna memastikan sumber penyebab kejadian, sembari terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban.

REKOMENDASI REDAKSI:

Jangan lewatkan informasi viral dan menarik lainnya khusus untuk Anda hari ini.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI
BAGIKAN BERITA INI
S
Editor: Super Admin

Tim Redaksi FRIC Musi Banyuasin.