Jumat, 20 Maret 2026
INFO TERKINI
🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025 🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025 🔴 Selamat Datang Di Portal Berita GLOBALINDONEWS. Aman, Aktual dan Terpercaya. AHU-006585.01.7.Tahun 2025
KECELAKAAN

Update Kecelakaan Maut WNI di Singapura: Ibu Korban Masih Dirawat, Pengemudi Dibebaskan Sementara

16 Februari 2026
21.28 WIB
Penulis: Super Admin
13x Dibaca
Update Kecelakaan Maut WNI di Singapura: Ibu Korban Masih Dirawat, Pengemudi Dibebaskan Sementara
Ilustrasi: Update Kecelakaan Maut WNI di Singapura: Ibu Korban Masih Dirawat, Pengemudi Dibebaskan Sementara (Dok. FRIC Muba)
IKLAN SPONSOR

FRIC-MUBA,— Perkembangan terbaru kasus kecelakaan maut yang menimpa keluarga warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Chinatown, Singapura, menyisakan duka mendalam. Komunitas WNI di Singapura kini menggalang dana untuk membantu keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut.

Korban meninggal dunia adalah Sheyna Lashira Smaradiani (6), putri pasangan WNI Ashar Ardianto (30) dan Raisha Anindra Pascasiswi (31), yang tertabrak mobil listrik pada 6 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 waktu setempat di dekat Buddha Tooth Relic Temple, South Bridge Road. Saat kejadian, keluarga tersebut sedang menyeberang jalan. Mobil listrik berwarna gelap diduga keluar dari area parkir dan berbelok ke kanan sebelum menabrak Raisha dan putrinya. Ashar yang berada sedikit lebih depan sambil mendorong kereta bayi anak mereka yang berusia dua tahun tidak tertabrak.

Juru Bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura sekaligus Deputy Chief of Mission, Thomas Ardian Siregar, menyampaikan bahwa kondisi fisik Ashar relatif baik, namun secara emosional masih sangat terpukul. Ia bahkan beberapa kali menghentikan percakapan karena kesulitan menahan emosi dan memilih menolak wawancara media. Sementara itu, Raisha masih menjalani perawatan intensif di High Dependency Unit (HDU) Singapore General Hospital (SGH). Meski sudah dapat berkomunikasi, kondisinya masih lemah akibat luka serius yang dideritanya.

Sebagai bentuk pendampingan, KBRI Singapura menyediakan tempat tinggal sementara bagi Ashar di Wisma Duta atau Kediaman Duta Besar RI. Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, memberikan izin agar Ashar dapat tinggal sementara guna memudahkan akses bantuan dan pendampingan. Selain itu, jaringan hotel Ascott turut menawarkan akomodasi gratis sebagai bentuk solidaritas.

Sheyna dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala berat dan telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, pada 8 Februari 2026. Sementara itu, proses hukum terhadap pengemudi mobil listrik masih berjalan sesuai ketentuan hukum setempat, dengan pihak berwenang Singapura melakukan penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut.

REKOMENDASI REDAKSI:

Jangan lewatkan informasi viral dan menarik lainnya khusus untuk Anda hari ini.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI
BAGIKAN BERITA INI
S
Editor: Super Admin

Tim Redaksi FRIC Musi Banyuasin.